Arsip untuk 15 Februari 2011

Memilih indukan untuk pembibitan lele

Posted in Pembibitan Lele with tags , , on 15 Februari 2011 by imamasn

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan indukan lele
yang aan digunakan untuk pembibitan.

1. Ciri-ciri induk lele jantan:
– Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.
– Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.
– Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah
belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
– Gerakannya lincah, tulang kepala pendek dan agak gepeng (depress).
– Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele
betina.
– Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor
akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani).
– Kulit lebih halus dibanding induk ikan lele betina.

2. Ciri-ciri induk lele betina
– Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
– Warna kulit dada agak terang.
– Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna
kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.
– Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
– Perutnya lebih gembung dan lunak.
– Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke
arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

3. Syarat induk lele yang baik:
– Kulitnya lebih kasar dibanding induk lele jantan.
– Induk lele diambil dari lele yang dipelihara dalam kolam sejak kecil
supaya terbiasa hidup di kolam.
– Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung kesuburan
badan dengan ukuran panjang 20-5 cm.
– Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan
lincah.
– Umur induk jantan di atas tujuh bulan, sedangkan induk betina
berumur satu tahun.
– Frekuensi pemijahan bisa satu bula sekali, dan sepanjang hidupnya
bisa memijah lebih dari 15 kali dengan syarat apabila makanannya
mengandung cukup protein.

4. Ciri-ciri induk lele siap memijah adalah calon induk terlihat mulai
berpasang-pasangan, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina.
Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri
untuk dipijahkan.

5. Perawatan induk lele:
– Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi
makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging bekicot,
larva lalat/belatung, rayap atau makanan buatan (pellet). Ikan lele
membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif
tinggi, yaitu ± 60%. Cacing sutra kurang baik untuk makanan induk
lele, karena kandungan lemaknya tinggi. Pemberian cacing sutra harus
dihentikan seminggu menjelang perkawinan atau pemijahan.
– Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5-10% dari
berat total ikan.
– Setelah benih berumur seminggu, induk betina dipisahkan, sedangkan
induk jantan dibiarkan untuk menjaga anak-anaknya. Induk jantan baru
bisa dipindahkan apabila anak-anak lele sudah berumur 2 minggu.
– Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang
penyakit untuk segera diobati.
– Mengatur aliran air masuk yang bersih, walaupun kecepatan aliran
tidak perlu deras, cukup 5-6 liter/menit.

Iklan